Pages

Tampilkan postingan dengan label Teknologi Tepat Guna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Tepat Guna. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

Teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah berbasis 3R



Teknologi tepat guna (TTG) dalam pengelolaan sampah berbasis 3R




Sarana dan Prasarana Pengelolaan sampah berbasis 3R
Pada dasarnya Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang memberikan tingkat pelayanan yang paling dapat diterima secara teknis, sosial dan lingkungan dengan tingkat biaya yang paling murah. Namun mengingat kondisi setempat, adakalanya diperlukan teknologi yang tidak murah bila memang sesuai dengan kondisi setempat.
Persyaratan teknologi tepat guna adalah:
  • dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat;
  • merupakan hasil rekayasa praktis yang mudah diterapkan;
  • efektif dan efisien;
  • ekonomis dan pemeliharaannya mudah;
  • memanfaatkan sumber daya yang ada;
  • mudah dioperasikan oleh pemakai;
  • dibuat sesuai kebutuhan;
  • mudah dikembangkan
Macam-macam teknologi tepat guna bidang persampahan , diantaranya :
  • Pengomposan sampah organik dapur (sampah basah) dengan komposter  rumah tangga secara individual atau komunal,yang tertanam maupun tidak tertanam, dengan komposter pot, komposter karung
  • Pengomposan Sampah organik rumah tangga dengan pengembangbiakan cacing tanah
  • Pengomposan skala lingkungan
  • Daurulang sampah plastik lembaran(kresek)- peletasi
Pengomposan Sampah Rumah Tangga dan Komunal
Komposter rumah tangga adalah prasarana yang digunakan untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos. Sampah organik dapur adalah sampah organik yang dihasilkan dari dapur antara lain sisa makanan dan sisa sayuran. Prinsip kerja pembusukan sampah organik dengan bantuan mikroorganisme dari sampah itu sendiri.
Tipe komposter : komposter tanam dan komposter yang tidak ditanam (Tipe Ayun)


Komposter Tanam
Cara Pemasangan Komposter Tipe Tanam:

Penyiapan lahan dan 2 buah komposter


Tanah digali dengan diameter bawah 90 cm dan diameter atas 140 cm

Selasa, 04 Desember 2012

TEKNOLOGI TEPAT GUNA BUDIDAYA IKAN PATIN( Pangasius pangasius )


  
TEKNOLOGI TEPAT GUNA
BUDIDAYA  IKAN  PATIN( Pangasius pangasius )

1.         SEJARAH SINGKATI
Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patinmendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan inicukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini. Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putihseperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak diujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudutmulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

2.         SENTRA PERIKANAN
Penangkaran ikan patin banyak terdapat di Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan.


3.         JENIS
Klasifikasi ikan patin adalah sebagai berikut:
Ordo : Ostarioplaysi.
Subordo : Siluriodea.
Famili : Pangasidae.
Genus : Pangasius.
Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.
Kerabat patin di Indonesia terdapat cukup banyak, diantaranya:
1.Pangasius polyuranodo (ikan juaro)
2.Pangasius macronema
3.Pangasius micronemus
4.Pangasius nasutus
5.Pangasius nieuwenhuisii

Tanaman Markisa


  
http://teknologipertanian.com/wp-content/uploads/2012/10/tanaman-markisa.jpg
Penanaman markisa menggunakan biji benih dari buah yang cukup masak. Biji benih markisa diambil dari buah masak yang disimpan 1-2 minggu sebelum dikeluarkan bijinya. Biji ini perlu dibersihkan dan dibiarkan beberapa hari sebelum disemai. Biji akan bercambah dalam2-3 minggu dan bersedia untuk diubah apabila mencapai ketinggian 22-25 cm. Penanaman pokok markisa didalam lubang yang telah di berikan baja organik dan sebaiknya mempunyai sistem pengairan yang sempurna. Pokok markisa memerlukan kayu penyokong untuk menjalar dan menghasilkan bunga dan buah. Jarak penanaman sekitar 2 meter x 3 meter dibawah sistem para yang dibina. Kerja melilit pokok markisa diperingkat awal adalah perlu. Buat cantasan pembentukkan pada batang yang menjalar diatas tanah kalau terlalu banyak tunas baru.
Pokok markisa mula berbunga selapas 9 bulan-1 tahun selepas ditanam bergantung kepada amalan agronomi dan varieti yang ditanam. Buah markisa yang masak akan dituai apabila mencapai tahap kematangan 75% apabila warna kulit buah bertukar kepada warna kuning atau ungu. Buah yang masih muda lazimya berwarna hijau, bulat dan berkilat dengan ada keputihan sedikit. Buah yang terlalu masak tidak sesuai untuk pasaran ekspot kerana sudah agak lembik dan tidak tahan lama. Sebaiknya elakkan buah daripada gugur diatas tanah dan dibiarkan kerana ianya akan menyebabkan lalat buah bertelur dan membiak dengan lebih banyak. Buah dengan garispusat 6-8 cm dengan warna kuning atau ungu sesuai dipetik, dibersihkan dibuat grading dan dimasukkan kedalam kotak. Baja organik kebiasaannya digunakan sebanyak 250 – 300 gram sepokok dan bubuh baja NPK 15:15:15 pada peringkat vegetatif. Serangan ulat makan daun dan layu bakteria kadang-kadang berlaku pada tanaman markisa. Buah yang muda berwarna hijau berkilat dan mengandungi rasa sangat masam. Buah masak akan menjadi warna kuning, oren atau merah saga mengikut jenis markisa. Buah mengandungi biji yang lonjong dan varieti tempatan agak masam berbanding dengan varieti impot yang agak lebuh manis. Buah markisa sesuai dimakan segar, dibuat jus minuman atau dijadikan kordial markisa yang mendapat pemasaran yang baik.

Rabu, 28 November 2012

Teknologi tepat guna

Teknologi tepat guna


Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.
Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi tepat guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.

Latar belakang dan definisi

Istilah teknologi tepat guna mulai muncul menyusul krisis minyak 1973 dan pergerakan lingkungan pada dasawarsa 1970-an. Istilah ini biasanya digunakan di dalam dua wilayah: memanfaatkan teknologi paling efektif untuk menjawab kebutuhan daerah pengembangan, dan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan dan ramah sosial di negara maju


Penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian
I. PERLUNYA PENGOLAHAN PRODUK PERTANIAN
Pembangunan pertanian yang hanya menitik beratkan pada peningkatan produktifitas tanpa memperhitungkan peningkatan kesejahteraan petani akan mengakibatkan peningkatan produktifitas sesaat.  Hal ini disebabkan karena pada akhirnya sebagian petani yang merasa kurang beruntung akan beralih ke sektor lain.  Bila hal ini terjadi maka pada akhirnya produktifitas secara keseluruhan   juga akan menurun.
 

Blogger news

Blogroll

About